Baker (1974) mengatakan bahwa penjadwalan merupakan alokasi dari sumber daya terhadap waktu untuk menghasilkan sebuah kumpulan pekerjaan. Penjadwalan dibutuhkan untuk memproduksi order dengan pengalokasian sumber daya yang tepat, seperti mesin yang digunakan, jumlah operator yang bekerja, urutan pengerjaan part, dan kebutuhan material. Dengan pengaturan penjadwalan yang efektif dan efisien, perusahaan akan dapat memenuhi order tepat pada due date serta kualitas yang telah ditentukan.
Penjadwalan diperlukan ketika beberapa pekerjaan harus diproses pada suatu mesin tertentu yang tidak bisa memproses lebih dari satu pekerjaan pada saat yang sama. Penjadwalan yang baik akan memaksimumkan efektivitas pemanfaatan setiap sumber daya yang ada, sehingga penjadwalan merupakan kegiatan yang penting dalam perencanaan dan pengendalian produksi. Tahap perencanaan dan tahap implementasi dari kegiatan penjadwalan merupakan masalah yang kompleks.
Bedworth et al. (1987) mengidentifikasi beberapa tujuan dari aktivitas penjadwalan, yaitu yang pertama adalah meningkatkan utilisasi penggunaan sumber daya, atau dengan kata lain mengurangi waktu tungu dari sumber daya tersebut, sehingga total waktu proses dapat berkurang dan produktivitasnya dapat meningkat. Kedua, mengurangi work-in-process (barang setengah jadi), yaitu mengurangi rata-rata jumlah pekerjaan yang menunggu dalam antrian proses ketika sumber daya yang ada masih mengerjakan tugas lain, dan yang ketiga, mengurangi keterlambatan, yaitu menjamin pemenuhan due date. Setiap pekerjaan mempunyai due date masing-masing dan terdapat penalti apabila pekerjaan tersebut selesai setelah due date seharusnya. sehingga akan meminimasi biaya keterlambatan.
Permasalahan penjadwalan yang sebenarnya biasanya sangat kompleks, sehingga biasanya tidak disusun solusi yang memenuhi ketiga tujuan di atas. Terdapat berbagai jenis aturan dan algoritma dalam menjadwalkan produksi. Akan tetapi tidak ada algoritma terbaik yang dapat menghasilkan solusi optimal dalam menyusun penjadwalan produksi. Sehingga biasanya algoritma penjadwalan disusun berdasarkan sistem permasalahan di dunia nyata dan memenuhi sejumlah batasan-batasan yang ada.
Penelitian Rahmawati (2009) membahas mengenai pengembangan algoritma penjadwalan dengan menentukan ukuran batch atau pembagian batch produksi pada tiap order konsumen yang dapat meminimumkan banyaknya persedian barang setengah jadi pada gudang WIP dengan meminimasi total actual flow time, dengan berdasarkan pada pendekatan algoritma Ras (2002) dalam menentukan ukuran dan jumlah batch tersebut. Pada penelitian ini, pengembangan algoritma penjadwalan yang dilakukan tidak mempertimbangkan tahap insersi (penambahan) jadwal, apabila terdapat permintaan yang baru masuk ke dalam perusahaan. Selain itu, jenis mesin yang digunakan juga mesin tunggal karena pengujian data hanya dilakukan pada satu sel mesin tertentu yang tidak mencakup pemilihan jumlah mesin.
Kondisi common due date dapat diartikan kondisi order yang akan dikerjakan mempunyai due date yang sama. Pada kenyataan praktek di lapangan, banyak perusahaan yang mengalami kondisi order pesanan yang akan dikerjakan mempunyai due date yang berbeda-beda. Kondisi order dengan due date yang berbeda-beda ini dinamakan kasus multi due date. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, maka dapat dilihat terdapat peluang penelitian dengan melakukan penjadwalan batch pada job shop dengan kelompok mesin parallel yang mempertimbangkan due date yang berbeda-beda untuk tiap produknya (multi due date), dan dapat dilakukan insersi (penambahan) jadwal, apabila terdapat permintaan yang baru masuk ke dalam perusahaan. Kriteria performansi yang digunakan adalah dengan meminimasi total actual flow time.
Cheers,
Enjoy your life
Posted by tendy on February 5, 2010 at 1:28 PM
inget sill, lulus juli…………hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
Posted by Silvia Rahmawati on February 8, 2010 at 8:41 AM
Amiiin ten..hahaaa..
Posted by lenniRachmawati on March 19, 2010 at 2:16 AM
maav ya aq ikut nymbrung, lam knal silvi. aq anak TI unjani’06.
TA km ttg pnjdwlan batch bkn? cz aq jg ngmbil bhsan itu.
tp dprshaan yg aq teliti kriterianya tuh flow shop, mesin parallel, n common due date. aq ud ngjuin bbrpa metode ma dosen pmbng, tp kyny bl pas,,kl bleh tuker pkiran, km ad ide g aq hrz pke mtode ap!? hehee,,maav y sok knal,,
btw,,dsen pmbimbing aq dsen km d TI ITB,,pa’ Ari Samadi..
Thanx yA sbelumnya,,
Posted by Silvia Rahmawati on April 17, 2010 at 5:07 AM
salam kenal juga lenni..ooo bimbingannya pa ari samadhi..Beliau dosen aku ko, kenal juga sama aku..hehehe..
iyaa, kmaren TA ku ttg itu..boleh2..ngobrol2 ke email ku aja ya coba.. silviarahmawati@gmail.com.. makasiii..
Posted by AndrikPrastiyonoNet on April 12, 2010 at 8:39 AM
ini yang dimaksud penjadwalan apa ya ? ada daftar pustaka atau referensinya ? terima kasih.
Posted by Silvia Rahmawati on April 17, 2010 at 5:05 AM
ini penjadwalan produksi..di mesin lantai pabrik gitu..banyak ko daftar pustakannya..coba cari buku Baker, Fogarty, dll
Posted by Lis Noorchayati on April 17, 2010 at 4:42 AM
wahhh makasih infonya
Posted by Silvia Rahmawati on April 17, 2010 at 5:04 AM
sama sama yaa..