.The 5th World Youth Congress 2010, Istanbul, Turkiye.

Pada tanggal 31 Juli – 13 Agustus 2010, satu orang  mahasiswa program studi magister Teknik dan Manajemen Industri ITB, Silvia Rahmawati,  dan satu orang mahasiswa program studi sarjana Teknik Industri ITB, Annisa Lifta Kurnia Dewi, menjadi delegasi Indonesia untuk The 5th World Youth Congress 2010 yang diselenggarakan di Istanbul, Turki. Event besar yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini, merupakan suatu acara yang mempertemukan 1400 pemuda dari 147 negara di dunia sekaligus dalam rangka mensukseskan program tahunan Istanbul sebagai European Capital of Culture.

Kegiatan ini mendatangkan pemuda dari seluruh dunia untuk saling bertukar pengalaman mengenai keistimewaan, permasalahan, konflik yang telah maupun sedang terjadi di masing-masing negara dan sekitarnya, saling bertukar pikiran mengenai misi nilai kebudayaan masing-masing, dan saling menginspirasi untuk mencari solusi dari permasalahan dunia saat ini. The 5th World Youth Congress 2010 yang diadakan di Istanbul, Turki merupakan rangkaian yang kelima setelah sebelumnya diadakan di Hawaii (1999), Maroko (2003), Skotlandia (2005), dan di Quebec City (2008).

Pada kongres ini, terdapat beberapa kategori delegasi, yaitu young activist, young educator, young journalist, young artist dan young entrepreneur. Para delegasi negara di seluruh dunia ini akan mengikuti berbagai workshop yang telah dipersiapkan oleh panitia setempat. Tema dari workshop pada kongres ini pun sangat beragam, dimulai dari topik yang sedang hangat dibicarakan dunia yaitu mengenai Milennium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 dan global warming, lalu mengenai kemiskinan, sistem edukasi, isu kesehatan, manajemen proyek, manajemen konflik, peace, HIV/AIDS, kebudayaan di berbagai negara, politik, regional konflik, sustainable development sampai pada workshop mengenai topik softskill yang diperlukan, seperti leadership, self awareness, public speaking, photography, meditation, interview, debate, lobbying technique, self empowerment, hingga berbagai macam Turkish handicraft dan art.

Para delegasi diminta untuk memilih satu pada tiap sesi dan pada 5 hari pertama, diantara setidaknya total 150 jenis workshop yang disediakan panitia pada kongres ini. Selain workshop, pada kongres ini juga terdapat roundtable discussion dengan berbagai macam topic yang sedang hangat diperdebatkan. Pada roundtable discussion ini, tiap delegasi diharapkan dapat mendiskusikan pengalaman, dampak, dan solusi dari tiap topik permasalahan yang telah disesuaikan dengan kondisi di negaranya masing-masing. Disinilah pertukaran nilai antar Negara terjadi, banyak hal yang dapat kita pelajari dari Negara-negara lain, karena penyelesaian konflik tiap Negara pastilah berbeda satu sama lain.

Pada 4 hari berikutnya, para delegasi dibentuk menjadi kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan sekitar 25-30 orang untuk kemudian melakukan kegiatan bertajuk local action project, yang merupakan aksi sosial untuk pengabdian masyarakat. Kegiatan ini dilakukan pada di kota-kota luar Istanbul. Aksi sosial inilah yang merupakan titik berat pada kongres ini, karena disini para delegasi melakukan suatu hal yang konkrit untuk warga sekitar untuk sebuah tajuk pengabdian masyarakat. Sambutan dari warga lokal sekitar terhadap kedatangan para delegasi sangatlah baik dan antusias, sehingga menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi seluruh delegasi.

Kegiatan ini sangat didukung oleh pemerintah dan seluruh warga Turki, khususnya Istanbul. Banyak fasilitas yang diperoleh para delegasi selama kongres berlangsung. Selain melakukan kegiatan yang banyak menguras tenaga dan pikiran, panitia pun menyiapkan tour untuk mengunjungi berbagai tempat bersejarah, eksotis, dan terkenal di Istanbul, seperti Hagia Sophia (Aya Sophia), Topkapi Palace, Blue Mosque, Sultan Ahmet Mosque, dan Miniaturk Turkiye. Selain itu, panitia juga menyiapkan boat trip menyusuri selat dan jembatan Bosphorus, yang merupakan selat yang membelah Turki bagian Asia dan Eropa, dengan menggunakan sebuah kapal pesiar yang besar dan mewah.

Penutup dari Kongres ini adalah dengan dilakukannya United Nations Carnival dengan dilakukan parade dan pertunjukkan sepanjang Taksim Square. Hal ini bertepatan dengan diluncurkannya International Year of Youth pada tanggal 12 Agustus 2010, yang diadakan oleh PBB. Sebagai penutup, harapan yang diinginkan dari berlangsungnya kongres ini adalah bagaimana para pemuda di seluruh dunia dapat melihat dan berpikir mengenai youth-led development, upaya-upaya untuk membuat kemiskinan menjadi sebuah sejarah, menciptakan kedamaian, hak asasi manusia, demokrasi, kepercayaan, relawan dan sebuah prosperous green economy akan membawa kebahagiaan berkelanjutan untuk setiap bangsa di bumi ini.


(Reported by: Silvia Rahmawati)

Cheers,

Enjoy your life to the fullest :D

7 thoughts on “.The 5th World Youth Congress 2010, Istanbul, Turkiye.

    • wahh..biasa ajaa jup.. byk yg kayak gw.. malah jauh lebih muda dari gw yg ikut wyc ini.. hehehe.. makasiii jup.. klo gw dapet oktober, gw traktir sop kaki lagi deh.. hahaha.. doain yaaa jup…

  1. silviiiiiiiiiiiiii,,, aiiihh.. andaikan gw masih jadi mahasiswa ITB, gw pasti daftar ke truki itu… dulu udah donlod form nya padahal,, hwaaaaaa……
    iriiii,,, hehehehe…. klo lo udah sidang, kasih tau yaaa…😀

    • ihh harus nya daftar aja coong.. banyak yg uda bukan mahasiswa kooo.. hehehe.. gimana kabar mu disanaaa? betah kagaak??okee ill let you know yaa, klo uda sidang.. mohon doanyaaa cong.. :((

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s